Keren, Chaidir Syam-Suhartina Bohari Siapkan Program Internet Gratis untuk Siswa dan Guru di Maros

Hatikita Keren Maros 2020

HATIKITA KEREN MAROS 2020 — Untuk memastikan proses belajar mengajar selama masa pandemi tetap berjalan baik, pasangan calon Bupati Maros dan Wakil Bupati Maros nomor urut 2, Chaidir Syam dan Suhartina Bohari akan menyiapkan fasilitas internet gratis di 14 kecamatan untuk para pelajar dan juga mahasiswa.

Hal itu disampaikan Chaidir Syam saat menghadiri undangan warga di Kecamatan Tompobulu Kabupaten Maros.

Ia menyebut, kesulitan pelajar maupun guru khususnya di daerah terpencil saat ini adalah akses internet untuk proses belajar mengajar.

“Ini memang menjadi bagian dari program kami dalam membantu pelajar dan mahasiswa yang kesulitan selama masa pandemi, khususnya di daerah terpencil. Makanya kami akan siapkan fasilitas itu,” ujarnya, Rabu (30/9/2020).

ia menyebut, program ini sedianya akan menjadi program pemerintahnya kedepannya jika terpilih di Pilkada Maros Rabu 9 Desember 2020.

“Insya Allah kalau kami terpilih, akan kita siapkan akses internet gratis di setiap desa dan kelurahan untuk memastikan tidak ada lagi pelajar maupun mahasiswa dan guru yang tidak bisa belajar mengajar karena akses internet,” ujarnya.

Program ini, bagian dari 4 program penanganan Covid-19, yakni memastikan terlaksananya proses belajar mengajar jarak jauh tetap berjalan baik dengan memberi bantuan sarana dan prasarana pembelajaran.

“Rencana hari Jumat yang akan datang akan diresmikan 1 titik ruang belajar bersama dan wifi gratis di Kecamatan Turikale sebagai percontohan yang akan memberi gambaran 13 kecamatan lainnya,” ungkapnya.

Hingga saat ini, Chaidir Syam dan Suhartina Bohari masih terus melakukan sosialisasi secara door to door.  Namun sejak adanya penetapan dan nomor urut, pasangan calon kepala daerah ini mengaku lebih mengedepankan protokol kesehatan dengan sosialisasi via live streaming medsos untuk mencegah kerumuman.

“Kami saat ini memang lebih ketat setiap ada kunjungan, seperti membatasi jumlah warga yang hadir tidak lebih dari 50 orang, wajib pakai masker dan kami juga siapkan hand sanitizer dan tempat cuci tangan, juga thermal gun,” pungkasnya. (*)